Selasa, 05 Oktober 2010

The Goddess of Dawn & The Prince of Troy

Cinta abadi di tubuh yang fana.
Alkisah Ares, salah satu dari sekian banyak kekasih Dewi Aphrodite, jatuh cinta pada Eos, the goddess of dawn, sang Dewi Cahaya Pagi. Suatu hari Aphrodite mendapati keduanya sedang berduaan, dan ia cemburu bukan main. Ia segera mengeluarkan kutukan, bahwa Eos tak akan pernah bisa jatuh cinta lagi kepada para dewa, Eos hanya bisa jatuh cinta kepada manusia.


Kutukan segera menjadi kenyataan. Eos jatuh cinta pada pangeran tampan dari kerajaan Troy, bernama Tithonus. Keduanya sangat bahagia bersama. Mereka tak mampu membayangkan hidup terpisah kala maut menjemput Tithonus yang fana. Oleh akrena itu Eos mengabulkan permintaan Tithonus untuk bisa hidup selamanya. Pada mulanya segalanya terasa indah, mereka muda, sehat, penuh gairah hidup. Tetapi tubuh fana Tithonus semakin lama semakin lemah dan rapuh, sehingga hidup dengan umur panjang hanya membuatnya semakin menderita tak tertanggungkan. Akhirnya, ia memohon pada Eos agar dapat melepasnya mati dalam damai. Sudah menjadi hukum di dunia para dewa, bahwa anugerah dari dewa-dewi tidak bisa dibatalkan. Eos dalam keputusasaannya menghadap Dewa Zeus, berharap ia dapat melakukannya, tapi harapan itu sia-sia. Akhirnya, karena Tithonus tak bisa terus hidup pun mati, maka berubahlah ia menjadi seekor jengkerik. Sejak itu setiap subuh menjelang, ia membunyikan suaranya dengan nyaring menyapa bekas kekasihnya, dewi Cahaya Pagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar