Jumat, 19 April 2013

Spring in Wales


Malaikat memberiku sebuah apel
kumakan apel itu bersama kekasih hatiku
Tiba-tiba dunia penuh warna
Rumput bertabur daffodyl dan blue bell
Telaga berkilau bening
Awan kelabu membiru terang
Langit berhenti menjauh
Diturunkannya tangga pualam
Dari sana sahabat-sahabat bumi datang bertamu
Duniaku bertabur cinta
Karena buah apel yang kuterima dengan ikhlas
Dan kumakan dengan cinta
Bersama kekasih hatiku 

(April'13, In memory of Spring at Powis Castle)

Jumat, 23 November 2012

The Story of ‘the wounded inner child’


The Story of ‘the wounded inner child’
Dahulu kala, hiduplah seorang laki-laki bernama Rudy Revolvin. Ia menjalani kehidupan yang menyedihkan dan tragis. Ia meninggal dengan rasa tak puas dan masuk dalam kegelapan. Penguasa kegelapan, melihat Rudy sebagai orang dewasa yang kekanak-kanakan, ingin menambah kegelapan dalam dunia Rudy dengan memberinya kesempatan untuk hidup kembali. Ia mengatakan kepada Rudy, bahwa ia yakin kalau Rudy hidup lagi, ia pasti akan melakukan kesalahan yang sama dan menjalani kehidupan yang tragis seperti kehidupannya sebelumnya. Diberinya Rudy waktu seminggu untuk memikirkan hal itu. Rudy berpikir keras, ia merasa Penguasa Kegelapan sedang mengakalinya. Tentu saja ia akan mengulangi kesalahan yang sama, karena ingatannya akan kehidupannya sebelumnya pasti sudah diambil. Tanpa ingatan itu, bagaimana mungkin ia mampu menghindari kesalahan yang sama? Maka Rudy menghadap Penguasa kegelapan dan menolak tawaran untuk dhidupkan kembali.

Sang Penguasa Kegelapan tahu sekali  “rahasia si kecil yang terluka” dalam diri Rudy, tidak menyerah oleh penolakan Rudy. Ia tetap berusaha mempergelap dunia Rudy. Bukankah tugasnya adalah membuat kehidupan gelap semakin gelap? Maka dikatakannya kepada Rudy, bahwa kali ini, kalau Rudy hidup kembali, ia diizinkan untuk mengingat semua yang dialaminya dalam kehidupannya sebelumnya. Penguasa Kegelapan tahu pasti, bahkan jika Rudy hidup dengan membawa semua ingatan, Rudy tetap akan mengulangi kesalahan yang sama dan akan menjalani kehidupan yang penuh penderitaan lagi.

Rudy yang tidak tahu “rahasia si kecil yang terluka”, akhirnya setuju. Ia berkata lega: “Ah akhirnya aku bebas dari penderitaan.” Demikianlah, meski pun Rudy ingat setiap detil kesalahan yang pernah dilakukannya di masa lampau, dia tetap mengulangi kesalahan itu, dan menjalani kehidupan yang menyedihkan. 
Sang penguasa Kegelapan pun tersenyum!

P.S :
- Sembuhkan luka si kecil dalam diri kita, cintai, sayangi dia....Hidup dengan membawa luka masa lampau, hanya akan membuat kita menjalani hidup dengan menoleh ke belakang.
- Sayangi dan cintai anak-anak, agar hidupnya ringan dan mampu menciptakan dunia yang lebih baik.

Jakarta, 24 Nov.
Dewi Minangsari (Home Coming-John Bradshaw)

Selasa, 20 November 2012

Berjumpa dengan Ibu Kehidupan


Berjumpa dengan Ibu Kehidupan
GADIS GEMBALA ANGSA

Suatu ketika seorang pemuda bangsawan dalam perjalanannya, berjumpa dengan seorang nenek tua yang membawa kantong rumput. Pemuda itu tergerak membantu membawakan kantong rumput sang nenek. Ia tak mengira beban yang dibawanya berat bukan main. Setiba di rumah sang nenek, pemuda bangswan itu diperkenalkan kepada seorang gadis berwajah kotor yang sedang menggembalakan angsa. Tak lama kemudian, sang pemuda berpamitan, namun sebelum ia meninggalkan kediaman sang nenek, pemuda itu menerima sebuah kotak berhiaskan permata indah. “Bawalah, kotak ini, Nak, karena itu akan memberimu keberuntungan”. Demikian pesan sang nenek.
Tiga hari kemudian tibalah pemuda bangswan ini di suatu kerajaan. Ia mempersembahkan kotak itu di hadapan raja dan permaisuri. Sang permaisuri tersentak, batu mutiara dalam kotak itu mengingatkannya pada air mata putri bungsu mereka yang diusir raja tiga tahun lalu, karena raja tersinggung mendengar putri bungsu mengungkapkan cintanya kepada raja bagaikan garam. Sejak hari mereka melihat isi kotak itu hati raja dan permaisuri tak lagi berbahagia. Mereka meminta sang pemuda mengantarkan mereka ke tempat asal kotak tersebut. Sementara itu di kediamannya, sang  nenek menyiapkan rumah dan berpesan kepada gadis berwajah kotor yang bekerja di rumahnya: "Tak lama lagi akan ada tamu, bukalah kulit wajahmu dan kenakan pakaian sutera yang dulu kau kenakan ketiba tiba di tempat ini.". Si putri bingung namun ditaatinya pesan nenek.  Memang benar, malam itu ketiga pengembara tiba. Terjadilah pertemuan yang mengharukan antara sang putri dengan raja dan permaisuri. Setelah luapan emosi mereka mereda, raja berkata, “Putriku, aku sudah memberikan kerajaan kepada kakak-kakakmu, jadi aku tak punya apa-apa lagi untuk kuhadiahkan kepadamu. Kalau bersedia, engkau akan kunikahkan dengan pemuda bangsawan yang telah mempertemukan kita.” Si bungsu tak menolak. Menyaksikan semua berjalan lancar, sang nenek pun berpamitan seraya menebar berkat. Mendadak bumi bergoncang, Rumah nenek berubah menjadi kastil indah. Dan, selanjutnya dapat ditebak, mereka semua hidup berbahagia.

Sahabat, Sang nenek mengingatkan kita pada kehadiran tokoh yang dulu kita kenal dengan nama La Loba. Nenek ini menanti dengan waspada  para peziarah yang hatinya terbuka untuk tumbuh. Perjalanan menemukan nenek Bijak, ibarat perjalanan ke rumah jiwa. Semuanya dilukiskan sebagai perjalanan sukar untuk meraih akhir bahagia. Raja dan Permaisuri tidak bahagia sebelum menemukan putrinya; si lelaki bangsawan harus menjalani tes kekuatan fisik dan hati untuk menemukan kekasih jiwa-nya. Si gadis muda ditempa menjadi gembala angsa dan pengurus rumah. Jadi, kalau Anda sedang dilanda krisis, hati Anda serasa berbeban berat oleh perbuatan sendiri atau akibat keadaan lingkungan….tetaplah buka hati, Ibu Kehidupan sedang menuntutn Anda ke suatu tempat terpencil di mana kerinduan sejati Anda akan terwujud..

Jakarta, 21 Nov 2012
Dewi Minangsari

Senin, 02 April 2012

Hymn for the Holy week

Here is my life, myself, the bread I bring.
Here is my soul, my wine, the song that I sing.
Take it for gift and take it for granted,
Sprung from the seed that I've washed and I've planted,
So long ago, and even till now, and even till now.

Bread from the fields, from my friends, and bread from the lean years.
Bread from my youth and my loves and bread  from the green years.
This much is ready now
Take it as your own ...

Wine of my joys, my dreams, and wine of my good times
wine of my wont and my will, my did and my should times
this much is ready now
Take it as your own

Bread from the highlands of life and bread from the valleys
Bread from the good things we've known that nobody tallies
now we are ready, Lord
Take us as your own...

(Sanctuary, Holy Week, April 2012, Offertory Hymn - Joe Wise)

Selasa, 24 Mei 2011

ISIS, sang DEWI dengan KECERDASAN sejuta dewa.

Isis adalah dewi pelindung, dikenal sebagai isteri yang setia, ibu yang ideal, sang penyembuh, pembangkit orang mati, dewi pelindung anak-anak dan dewi kesuburan, lebih cerdas dari sejuta dewa.

Suatu ketika, Osiris dalam perkelahiannya dengan Seth, ia kalah dan mati terbunuh. Isis dengan kekuatan magisnya, berubah menjadi layang-layang, mengebaskan kedua sayapnya untuk memberi napas pada tubuh Osiris, sehingga Osiris hidup kembali. Ketika napas mereka menyatu, Isis hamil dan beberapa waktu kemudian melahirkan seorang putra bernama Horus. Isis membesarkan anaknya dengan sepenuh hati, memberinya cinta dan segala potensi yang kelak membuat Horus tumbuh sebagai lelaki kuat dan berhasil membalas kekalahan ayahnya terhadap Seth.

Sahabat, dalam diri sang dewi, Isis, kita melihat aspek feminin yang mampu menghidupkan lelaki. Tidak itu saja, daya kehidupan keduanya mewujud dalam diri seorang putera, yang kelak mampu memenangkan perjuangan yang dulu gagal dilakukan oleh sang ayah. Makna penting dalam kisah ini menurut saya, Isis mengepakkan sayap, untuk memberi napas kepada lelaki yang dipilihnya. Berbeda dengan pandangan selama ini, bahwa perempuan memelihara kecantikan karena dirinya adalah aset untuk dipilih oleh lelaki idaman. Pandangan yang bahkan sampai sekarang masih dihayati oleh banyak keluarga. Kadang saya geli membaca iklan tentang menghilangkan bulu di kaki, menghilangkan noda hitam di pangkal paha...dan tempat-tempat istimewa lainnya di tubuh perempuan. Dan makin geli mendengar seorang ibu membawa anak gadisnya ke salon kecantikan untuk melaser bulu di ketiak..(hmm..jangan tanya biayanya). Melindunginya sedemikian rupa dari kerasnya kehidupan, dari teriknya mentari, dari repotnya mengurus rumah tangga. Menyediakan tenaga, supir dan pembantu, kalau perlu dirinya sendiri untuk mengambil alih apa yang seharusnya dapat dilakukan oleh anak.Saya tidak melarang, hanya prihatin kalau perilaku proteksi berlebihan menjadi porsi yang besar dalam membesarkan seorang anak.

Cinta perempuan bukan kasih yang melumpuhkan, melainkan memerdekakan. Cinta yang cerdas membantu anak mampu menatap ke dalam batinnya sendiri, bukan menatap iklan dan meniru kecantikan sesaat yang dipamerkan dunia industri. Perempuan yang cantik dengan kecerdasan sejuta dewa, memampukan kekasih dan anak menjadi pemenang dalam kehidupannya. Ia mampu melakukan semua itu, karena ia mengandalkan kekuatan magis dalam dirinya. Kabar gembiranya, Anda mempunyainya, Anda hanya tinggal menyediakan waktu dan sapalah Sang Maha Cerdas dalam diri Anda. Terima kasih dongeng, untukku ia mengingatkan lagi dan lagi pada sang magis dalam diriku...untuk mencerahkan batinku...semoga.

Salam,
Dewi Minangsari

Selasa, 05 Oktober 2010

The Goddess of Dawn & The Prince of Troy

Cinta abadi di tubuh yang fana.
Alkisah Ares, salah satu dari sekian banyak kekasih Dewi Aphrodite, jatuh cinta pada Eos, the goddess of dawn, sang Dewi Cahaya Pagi. Suatu hari Aphrodite mendapati keduanya sedang berduaan, dan ia cemburu bukan main. Ia segera mengeluarkan kutukan, bahwa Eos tak akan pernah bisa jatuh cinta lagi kepada para dewa, Eos hanya bisa jatuh cinta kepada manusia.


Kutukan segera menjadi kenyataan. Eos jatuh cinta pada pangeran tampan dari kerajaan Troy, bernama Tithonus. Keduanya sangat bahagia bersama. Mereka tak mampu membayangkan hidup terpisah kala maut menjemput Tithonus yang fana. Oleh akrena itu Eos mengabulkan permintaan Tithonus untuk bisa hidup selamanya. Pada mulanya segalanya terasa indah, mereka muda, sehat, penuh gairah hidup. Tetapi tubuh fana Tithonus semakin lama semakin lemah dan rapuh, sehingga hidup dengan umur panjang hanya membuatnya semakin menderita tak tertanggungkan. Akhirnya, ia memohon pada Eos agar dapat melepasnya mati dalam damai. Sudah menjadi hukum di dunia para dewa, bahwa anugerah dari dewa-dewi tidak bisa dibatalkan. Eos dalam keputusasaannya menghadap Dewa Zeus, berharap ia dapat melakukannya, tapi harapan itu sia-sia. Akhirnya, karena Tithonus tak bisa terus hidup pun mati, maka berubahlah ia menjadi seekor jengkerik. Sejak itu setiap subuh menjelang, ia membunyikan suaranya dengan nyaring menyapa bekas kekasihnya, dewi Cahaya Pagi.

Selasa, 21 September 2010

Trouble entri "Dia yang Mencintai" dan "Mahkota Dewa"

Entri saya bulan September, "Dia yang mencintai" dan "Mahkota Dewa"...kog tidak terlihat ya...tapi Anda dapat membacanya dengan meng-klik blog berjudul artikel2 tersebut yang saya share ke facebook saya. Sorry...and thanks.