Isis adalah dewi pelindung, dikenal sebagai isteri yang setia, ibu yang ideal, sang penyembuh, pembangkit orang mati, dewi pelindung anak-anak dan dewi kesuburan, lebih cerdas dari sejuta dewa.
Suatu ketika, Osiris dalam perkelahiannya dengan Seth, ia kalah dan mati terbunuh. Isis dengan kekuatan magisnya, berubah menjadi layang-layang, mengebaskan kedua sayapnya untuk memberi napas pada tubuh Osiris, sehingga Osiris hidup kembali. Ketika napas mereka menyatu, Isis hamil dan beberapa waktu kemudian melahirkan seorang putra bernama Horus. Isis membesarkan anaknya dengan sepenuh hati, memberinya cinta dan segala potensi yang kelak membuat Horus tumbuh sebagai lelaki kuat dan berhasil membalas kekalahan ayahnya terhadap Seth.
Sahabat, dalam diri sang dewi, Isis, kita melihat aspek feminin yang mampu menghidupkan lelaki. Tidak itu saja, daya kehidupan keduanya mewujud dalam diri seorang putera, yang kelak mampu memenangkan perjuangan yang dulu gagal dilakukan oleh sang ayah. Makna penting dalam kisah ini menurut saya, Isis mengepakkan sayap, untuk memberi napas kepada lelaki yang dipilihnya. Berbeda dengan pandangan selama ini, bahwa perempuan memelihara kecantikan karena dirinya adalah aset untuk dipilih oleh lelaki idaman. Pandangan yang bahkan sampai sekarang masih dihayati oleh banyak keluarga. Kadang saya geli membaca iklan tentang menghilangkan bulu di kaki, menghilangkan noda hitam di pangkal paha...dan tempat-tempat istimewa lainnya di tubuh perempuan. Dan makin geli mendengar seorang ibu membawa anak gadisnya ke salon kecantikan untuk melaser bulu di ketiak..(hmm..jangan tanya biayanya). Melindunginya sedemikian rupa dari kerasnya kehidupan, dari teriknya mentari, dari repotnya mengurus rumah tangga. Menyediakan tenaga, supir dan pembantu, kalau perlu dirinya sendiri untuk mengambil alih apa yang seharusnya dapat dilakukan oleh anak.Saya tidak melarang, hanya prihatin kalau perilaku proteksi berlebihan menjadi porsi yang besar dalam membesarkan seorang anak.
Cinta perempuan bukan kasih yang melumpuhkan, melainkan memerdekakan. Cinta yang cerdas membantu anak mampu menatap ke dalam batinnya sendiri, bukan menatap iklan dan meniru kecantikan sesaat yang dipamerkan dunia industri. Perempuan yang cantik dengan kecerdasan sejuta dewa, memampukan kekasih dan anak menjadi pemenang dalam kehidupannya. Ia mampu melakukan semua itu, karena ia mengandalkan kekuatan magis dalam dirinya. Kabar gembiranya, Anda mempunyainya, Anda hanya tinggal menyediakan waktu dan sapalah Sang Maha Cerdas dalam diri Anda. Terima kasih dongeng, untukku ia mengingatkan lagi dan lagi pada sang magis dalam diriku...untuk mencerahkan batinku...semoga.
Salam,
Dewi Minangsari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar