The Story of ‘the wounded inner child’
Dahulu kala, hiduplah seorang
laki-laki bernama Rudy Revolvin. Ia menjalani kehidupan yang menyedihkan dan
tragis. Ia meninggal dengan rasa tak puas dan masuk dalam kegelapan. Penguasa kegelapan, melihat Rudy
sebagai orang dewasa yang kekanak-kanakan, ingin menambah kegelapan dalam dunia
Rudy dengan memberinya kesempatan untuk hidup kembali. Ia mengatakan kepada Rudy, bahwa ia yakin kalau
Rudy hidup lagi, ia pasti akan melakukan kesalahan yang sama dan menjalani
kehidupan yang tragis seperti kehidupannya sebelumnya. Diberinya Rudy waktu
seminggu untuk memikirkan hal itu. Rudy berpikir keras, ia merasa Penguasa
Kegelapan sedang mengakalinya. Tentu saja ia akan mengulangi kesalahan yang
sama, karena ingatannya akan kehidupannya sebelumnya pasti sudah diambil. Tanpa
ingatan itu, bagaimana mungkin ia mampu menghindari kesalahan yang sama? Maka
Rudy menghadap Penguasa kegelapan dan menolak tawaran untuk dhidupkan kembali.
Sang Penguasa Kegelapan tahu
sekali “rahasia si kecil yang terluka”
dalam diri Rudy, tidak menyerah oleh penolakan Rudy. Ia tetap berusaha
mempergelap dunia Rudy. Bukankah tugasnya adalah membuat kehidupan gelap semakin
gelap? Maka dikatakannya kepada Rudy, bahwa kali ini, kalau Rudy hidup kembali,
ia diizinkan untuk mengingat semua yang dialaminya dalam kehidupannya
sebelumnya. Penguasa Kegelapan tahu pasti, bahkan jika Rudy hidup dengan
membawa semua ingatan, Rudy tetap akan mengulangi kesalahan yang sama dan akan
menjalani kehidupan yang penuh penderitaan lagi.
Rudy yang tidak tahu “rahasia si
kecil yang terluka”, akhirnya setuju. Ia berkata lega: “Ah akhirnya aku bebas
dari penderitaan.” Demikianlah, meski pun Rudy ingat
setiap detil kesalahan yang pernah dilakukannya di masa lampau, dia tetap
mengulangi kesalahan itu, dan menjalani kehidupan yang menyedihkan.
Sang
penguasa Kegelapan pun tersenyum!
P.S :
- Sembuhkan luka si kecil dalam
diri kita, cintai, sayangi dia....Hidup dengan membawa luka masa lampau, hanya akan membuat kita menjalani hidup dengan menoleh ke belakang.
- Sayangi dan cintai anak-anak,
agar hidupnya ringan dan mampu menciptakan dunia yang lebih baik.
Jakarta, 24 Nov.
Dewi Minangsari (Home Coming-John
Bradshaw)
Sukaaaa
BalasHapus