Jumat, 23 November 2012

The Story of ‘the wounded inner child’


The Story of ‘the wounded inner child’
Dahulu kala, hiduplah seorang laki-laki bernama Rudy Revolvin. Ia menjalani kehidupan yang menyedihkan dan tragis. Ia meninggal dengan rasa tak puas dan masuk dalam kegelapan. Penguasa kegelapan, melihat Rudy sebagai orang dewasa yang kekanak-kanakan, ingin menambah kegelapan dalam dunia Rudy dengan memberinya kesempatan untuk hidup kembali. Ia mengatakan kepada Rudy, bahwa ia yakin kalau Rudy hidup lagi, ia pasti akan melakukan kesalahan yang sama dan menjalani kehidupan yang tragis seperti kehidupannya sebelumnya. Diberinya Rudy waktu seminggu untuk memikirkan hal itu. Rudy berpikir keras, ia merasa Penguasa Kegelapan sedang mengakalinya. Tentu saja ia akan mengulangi kesalahan yang sama, karena ingatannya akan kehidupannya sebelumnya pasti sudah diambil. Tanpa ingatan itu, bagaimana mungkin ia mampu menghindari kesalahan yang sama? Maka Rudy menghadap Penguasa kegelapan dan menolak tawaran untuk dhidupkan kembali.

Sang Penguasa Kegelapan tahu sekali  “rahasia si kecil yang terluka” dalam diri Rudy, tidak menyerah oleh penolakan Rudy. Ia tetap berusaha mempergelap dunia Rudy. Bukankah tugasnya adalah membuat kehidupan gelap semakin gelap? Maka dikatakannya kepada Rudy, bahwa kali ini, kalau Rudy hidup kembali, ia diizinkan untuk mengingat semua yang dialaminya dalam kehidupannya sebelumnya. Penguasa Kegelapan tahu pasti, bahkan jika Rudy hidup dengan membawa semua ingatan, Rudy tetap akan mengulangi kesalahan yang sama dan akan menjalani kehidupan yang penuh penderitaan lagi.

Rudy yang tidak tahu “rahasia si kecil yang terluka”, akhirnya setuju. Ia berkata lega: “Ah akhirnya aku bebas dari penderitaan.” Demikianlah, meski pun Rudy ingat setiap detil kesalahan yang pernah dilakukannya di masa lampau, dia tetap mengulangi kesalahan itu, dan menjalani kehidupan yang menyedihkan. 
Sang penguasa Kegelapan pun tersenyum!

P.S :
- Sembuhkan luka si kecil dalam diri kita, cintai, sayangi dia....Hidup dengan membawa luka masa lampau, hanya akan membuat kita menjalani hidup dengan menoleh ke belakang.
- Sayangi dan cintai anak-anak, agar hidupnya ringan dan mampu menciptakan dunia yang lebih baik.

Jakarta, 24 Nov.
Dewi Minangsari (Home Coming-John Bradshaw)

1 komentar: