Dahulu kala memasuki fase-fase hidup merupakan hal penting dan bermakna, maka ditandai dengan suatu upacara sakral yang melibatkan seluruh warga kampung atau komunitas. Dalam upacara itu disampaikan ajaran-ajaran dari para sesepuh yang telah menempuh fase-fase lanjut dalam kehidupan ini. Penyampaian ajaran melalui tarian, musik dan nyanyian. Melalui proses inisiasi ini kekayaan nilai diwariskan turun temurun dan dihayati dalam masyarakatnya. Tidak itu saja, melalui proses itu seseorang dibantu untuk akrab dengan dunia batiniahnya, tempat keberadaan ilahi.
Inisiasi memasuki fase-fase hidup termuat juga dalam berbagai dongeng atau mitologi. Antara lain dongeng Putri Psike, dongeng The Handless Maiden atau kisah Si Penggembala Angsa yang dapat Anda baca dari buku-buku dongeng. Kisah-kisah itu umumnya memperlihatkan proses pematangan jiwa perempuan melalui perjumpaan dengan nenek tua di tengah hutan, manusia bijak di tengah hutan , dll. Yang semua memperlihatkan simbol adanya sang bijak, sang guru, yang ilahi di rumah jiwa yang mengajar kita tentang kehidupan dan kembali menghadapi kenyataan hidup dengan hati lebih kaya. Perempuan yang menempuh peroses itu mengalami transformasi menjadi diri sejati yang sifatnya spiritual. Proses-proses inisiasi itu bagi saya menegaskan bahwa kualitas ilahi sudah ada dalam diri kita. Kita tinggal menemukannya.
Proses menemukan diri sejati yang spiritual ini merupakan perjalanan wajib. Setiap perempuan merasakan dorongan ini, entah kuat atau mungkin sangat lemah. Lingkungan turut mempengaruhi kuat lemahnya dorongan mengalami transformasi spiritual ini. Kultur-kultur yang kaku dan menomorduakan peran perempuan, membuat perempuan terhambat mendengarkan suara diri sejatinya atau malahan kehilangan kemampuan itu sama sekali. Perempuan menjadi boneka hidup yang di tarik ke sana sini oleh banyak manusia yang membutuhkan cintanya, sampai ia mengabaikan kehidupan jiwanya sendiri. Legenda, dongeng, mitologi menjadi cermin perjalanan jiwa kita yang merindukan kemurnian batin.
The Goddess’Circle merupakan upaya sesama perempuan untuk saling berbagi dan saling mendukung agar tercipta kisah-kisah kita sendiri, kisah suka dan duka, yang di dalamnya melintas jejak-jejak Sang Dewi, si pemenang yang mampu mengatasi berbagai cobaan berat untuk menemukan kekasih jiwanya.
(continued..to The Goddess'Circle - Introduction 3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar