Senin, 09 Agustus 2010

The Power of Gentleness

Dahulu kala, seorang Raja penguasa Attica di Yunani mendorong suku-suku di wilayahnya untuk bersatu padu membangun Ibu Kota Kerajaan. Para dewa penghuni Olympus mengamati apa yang sedang dilakukan oleh raja. Mereka segara tahu bahwa kota yang sedang dibangunnya akan menjadi salah satu kota terbesar di dunia. Hal itu membuat para dewa berebut ingin ditunjuk sebagai patron atau pelindung kota tersebut. Maka terjadilah perdebatan di antara para dewa untuk menentukan siapa yang pantas. Ada dua, dewa dan dewi yang paling merasa layak mendapat kehormatan tersebut. Yang satu dewa Poseideon, karena kota yang sedang dibangun terletak di dekat laut, wilayah kekuasaan sang dewa; satu calon lagi adalah dewi Athene karena sebagai Goddess of Good Counsel pantaslah ia yang menjadi patron masyarakat yang akan mengembangkan civilisasi di kota besar tersebut.




Keduanya berdebat dan tak ada yang mengalah. Dewa Zeus sadar kalau kedua dewa yang memiliki kekuatan luar biasa dibiarkan berdebat dan semakin memanas, akan berdampak buruk untuk Olimpus. Maka Zeus mengadakan kompetisi. Masing-masing ditantang untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk manusia, sesuatu yang tidak hanya indah tapi berguna.Siapa yang mampu menghasilkan ciptaan terbagus dan berguna akan menjadi patron kota baru itu sebagai hadiahnya



Poseidon dengan kesaktiannya memukul tanah dan tiba-tiba muncullah makhluk binatang indah, kuat, cepat dan sangat mengagumkan. Itulah kuda pertama yang pernah diciptakan. Para dewa terkagum-kagum menyaksikan ciptaan luar biasa itu. Mereka berpikir masalah akhirnya teratasi, pemenang sudah jelas. Tetapi dewi Athene tersenyum lembut, dari tanah berbatu ia menciptakan sebuah pohon dengan daunnya yang hijau, buahnya juga hijau berbentuk oval kecil, begitu indah, begitu segar. Itulah pohon zaitun.

“Pohon zaitun itu,” tunjuk Athene, “akan menghasilkan makanan untuk manusia dan minyak untuk persembahan kepada para dewa. Pohon itu kuat, tahan terhadap segala cuaca, menghasilkan banyak buah, bahkan di atas tanah kering berbatu. Dan yang paling penting,” katanya, “pohon zaitun melambangkan perdamaian, sedangkan kuda melambangkan perang.” Tentu saja damai jauh lebih bergunadari pada perang untuk makhluk mortal seprti manusia. Meski pun tak ada satu pun dari para dewa yang mau mengalahkan Poseidon, mereka mengagumi ciptaannya, tetapi mereka harus mengakui bahwa Athene-lah pemenangnya. Pohon zaitun ciptaannya merupakan hadiah paling berharga dari para dewa kepad rakyat Yunani. Di tengah kegembiraan para dewa di Olympus, kota baru itu mendapatkan nama sekaligus dewi pelindung:.Athene, the Goddess of Good Councel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar