(Untuk memahami keseluruhan ide mengenai The Goddes'circle, silakan Anda mengawalinya dari Introduction 1..dst....terima kasih telah berkunjung)
The Goddess’circle mengajak teman-temanku, kaum perempuan untuk menemukan dan menciptakan kisah-kisah kepahlawanan Anda sendiri, berpangkal dari kisah-kisah sesama perempuan sepanjang sejarah, dari dongeng dan mitologi yang terus bergema sepanjang dunia diciptakan. Bahwa kisah-kisah itu bergema di hati kita atau menggetarkan dawai jiwa kita, pastilah ada pesan di sana. Jadi layak diperhatikan dan didengarkan. Anda sedang diundang untuk bertemu dengan aspek yang selama ini rindu untuk Anda jumpai, aspek yang akan memenangkan dan membela Anda dalam hidup ini terhadap orang atau lingkungan yang menganiaya Anda, yang menghancurkan harga diri Anda, atau lebih buruk lagi, yang memaksa Anda untuk tidak perlu hidup, you should not exist at all!!...berapa banyak perempuan yang dipaksa bungkam dan menghilang dari peredaran?
Dengan mengenali Sang Dewi dalam diri kita, kita mampu menjalani hidup dengan wajah sejati kita, wajah cantik abadi yang tak lekang oleh usia dan waktu, wajah berhiaskan asesori yang dihimpun dari kekayaan pengalaman hidup. Seorang teman yang menemukan dan menjalani kisahnya sebagai pemenang pada usia tengah baya, kerap mendengar komentar orang lain,”You’re exquisitely beautiful....” Ya, saya setuju, sebab kecantikannya bukan dari emas yang dibeli dari luar, melainkan emas yang didulang dari lembah jiwanya. Cahayanya memancar. Perempuan yang setia berupaya menata dunia batiniah, ia bagaikan minuman anggur, semakin berumur semakin mengesankan. Tetapi kisah Sang Goddess tidak berhenti di sini.....ada banyak petualangan lain yang menjadikan hidup kita lebih bermakna, sendirian dan bersama. Petualangan Sang Goddess akan membawa banyak kesatria terpesona dan rela menempuh proses yang sama, menemukan image sejati mereka, wajah lelaki yang aman, terbebas dari keinginan untuk menguasai dan ketakutan untuk didominasi.
Alasan lain, mengapa penting terhubungkan kembali dengan aspek ilahi dalam dunia batiniah kita, dalah bahwa kita bertanggung jawab terhadap batin kita, sama seperti kita bertanggung jawab terhadap planet ini. ”Jika manusia mau membersihkan pencemaran batin mereka, mereka juga akan berhenti membuat pencemaran di luar diri mereka.” Kalimat itu saya kutip dari Eckhart Tolle, dalam The Power of Now, senada dengan kerinduan batin saya saat ketika mengumpulkan dongeng-dongeng pengolah jiwa yang saya beri judul Woman who loves life (Pernah disiarkan dalam talkshow di rd.Smart FM), dan saya tulis dalam pengantarnya:” Penelusuran makna dongeng ini, saya persembahkan kepada sahabat-sahabat yang mencintai kehidupan dan pantang menyerah mewujudkan suatu dunia, menjadi belantara yang nyaman di huni, di mana domba dan singa dapat bermain bersama dan bayi-bayi memperoleh tatapan cinta dari makhluk di sekelilingnya, dan hati semua makhluk (termasuk hati saya dan Anda) berdetak mengatakan,”Demi cintaku padamu, kucintai diriku, hidupku dan duniaku”
Let’s create our own story....create our own kingdom
Dewi Minangsari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar