Because the goddess in you has long been waiting to be recognized....and because you're so loved by her...find your eternal beauty in the circle of goddess.
Minggu, 29 Agustus 2010
Tatapan itu suci
“Di Amerika Selatan, seorang jurnalis bertemu dengan seorang kepala suku penduduk asli Amerika, dan jurnalis ini ingin mewawancarainya. Kepala suku itu setuju dengan syarat bahwa mereka bertemu dahulu sebelum interview. Jurnalis ini mengira bahwa dalam pertemuan itu mereka akan omong-omong, seperti pertemuan biasa. Ternyata, sang kepala suku menarik tubuhnya ke samping, dan menatap lurus ke matanya, diam lama sekali. Sikap ini membuat sang jurnalis ketakutan. Ia merasa seperti ditelanjangi oleh tatapan dan sikap diam orang yang tak dikenalnya itu. Tak lama kemudian si jurnalis mulai menguatkan tatapannya sendiri. Keduanya menatap dengan diam dalam waktu lebih dari dua jam! Sesudah itu, ia merasa seakan mereka sudah saling mengenal sejak lama. Tak ada lagi kebutuhan untuk interview.” Dalam arti tertentu, tatapan ke mata orang lain adalah tatapan ke kedalaman dan ke keseluruhan hidup orang yang ditatap. Tatapan mata tak dapat membohongi dunia batin kita. ….
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar